Kunci Meraih Kesuksesan : Man Jadda Wajada

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Selamat siang dan berakhir pekan sohib-sohib santuy semuanya. Tentunya banyak diantara sohib-sohib yang pernah mendengar ungkapan Man Jadda Wajada? Namun, sudahkah kita mengaplikasikan prinsip ini? Banyak yang sudah tahu, tapi masih sedikit yang mengaplikasikannya.

Banyak contoh yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang tidak menerapkan prinsip ini. Mereka cepat menyerah, berhenti berusaha, dan menyerah pada nasib. Mereka masih sering mengatakan “saya tidak bisa!”




1. Definisi Man Jadda Wajada

Bagi sohib-sohib yang tahu artinya, man jadda wajada berarti "barangsiapa bersungguh-sungguh pasti dapat." Setahu ane, ini bukanlah hadist, meski menggunakan bahasa Arab. Uangkapan ini adalah pepatah Arab, tetapi mengandung makna yang dalam.

Kata kunci dalam pepatah ini ialah "jadda" atau bersungguh-sungguh. Jadi, sejauh mana kita sudah mengaplikasikan pepatah ini adalah sejauh mana kita bersungguh-sungguh.

Kenapa harus bersungguh-sungguh? Jawabannya adalah "wajada." Supaya kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Allah yang menentukan segala sesuatu, tetapi kita diwajibkan ikhtiar dan bersungguh-sungguh.

Sungguh-sungguh adalah salah satu cara menyempurnakan amal kita secara lahir. Sehingga kita benar-benar optimal dalam berusaha. Nah, jika masih belum juga tercapai, barulah itu karena takdir. Jangan sampai, kita dengan mudah menyalahkan takdir, padahal kita belum optimal dalam berikhtiar. Jangan mudah ngaku sudah maksimal, padahal belum.



2. Perintah Melakukan Kesungguhan

Segala sesuatu, jika ingin berhasil harus dilakukan dengan kesungguhan. Jadi, "man jadda wajada," meskipun hanya sebuah pepatah, tetapi tidak bertentangan dengan ajaran Islam, sebab kesungguhan memang diperintahkan kepada kita.

Diantara perintah kesungguhan :

Kesungguhan dalam meraih keridhaan
Tentu saja, yang pertama-tama adalah kesungguhan untuk mencari keridhaan Allah. Ini adalah hal yang besar, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Jika kita sungguh-sungguh, maka Allah akan menunjukan jalanNya.

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut: 69)


Kesungguhan mengubah keadaan diri
"Sesungguhnya Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra‘d: 11)

Kita ingin berubah menjadi lebih baik? Maka kita harus memiliki kesungguhan berusaha mengubah diri sendiri. Jika kita tidak sungguh-sungguh mengubah diri sendiri, mengapa berharap Allah akan mengubah kondisi kita?


Kesungguhan dalam mencari nafkah
Rasulullah SAW juga menyuruh kita agar bersungguh-sungguh dalam mencari nafkah. Bahkan selain kita akan mendapatkan rezeki yang berlimpah, juga mendapat bonus yang jauh lebih besar, yaitu ampunan Allah SWT. Luar biasa manfaat dari kesungguhan itu.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, di antara perbuatan dosa, ada yang tidak dapat dihapus oleh (pahala) shalat, sedekah, atau pun haji. Namun hanya dapat ditebus dengan kesungguhan dalam mencari nafkah penghidupan.” (HR. Tabrani)

“Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Allah.” (HR. Ahmad)



3. Mengukur Man Jadda Wajada Pada Diri Kita

Nah, sekarang kita tanya diri kita masing-masing. Sudahkan kita bersungguh-sungguh?

Sebagai contoh, kita ingin membangun bisnis sebagai salah satu cara mencari nafkah. Sudahkah kita sungguh-sungguh dalam membangun bisnis? Sudahkahkan "man jadda wajada" kita terapkan dalam membangun usaha kita?

Silakan kita periksa pertanyaan berikut dan jawablah dalam hati. Silahkan kita ukur diri tanpa dalih tanpa alasan (jika bersungguh-sungguh ingin maju).

Sudahkah kita bersungguh-sungguh melihat peluang. Coba lihat catatan kita, sudah seberapa banyak potensi peluang yang kita catat?
Seberapa dalam kita meneliti sebuah ide bisnis?
Seberapa banyak ide-ide pemasaran yang sudah kita lakukan?
Sudah berapa kali kita gagal dan bangkit lagi mencoba?
Seberapa keras kita mencari solusi atas masalah?
Berapa banyak kontak yang sudah kita kumpulkan untuk mendukung bisnis kita?


4. Man Jadda Wajada Belum Diaplikasikan Jika Masih Berdalih

“Tapi saya…” Jika kita masih suka mengatakan “tapi” sebagai dalih tidak berusaha, artinya kita belum bersungguh-sungguh. Mungkin dalih kita benar, tetapi tetap saja kita tidak meraih apa yang kita inginkan.

Jika kita memang bersungguh-sungguh, akan selalu ada jalan untuk mencapai apa yang kita inginkan. Akan selalu ada jalan untuk menyelesaikan masalah. Potensi pikiran, hati, dan tubuh kita sudah cukup untuk mengatasi masalah. Sebesar apa pun masalah kita. Begitu juga potensi kita cukup untuk meraih pencapaian tertinggi yang bisa dicapai manusia. Semua orang memiliki potensi yang sama, yang berbeda ialah sejauh mana kita menggunakan potensi tersebut. Sejauh mana kita mengaplikasikan "man jadda wajada" dalam hidup kita.


5. Cara Mengaplikasikan Man Jadda Wajada

Langkah selanjutnya ialah kita harus mengaplikasikan Man Jadda Wajada, bukan hanya pepatah penghias dinding, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan kita.

Jika bersungguh-sungguh, maka kita akan mengalahkan rasa malas yang menghambat untuk bertindak.
Jika bersungguh-sungguh, maka kita akan mencari cara mengatasi rintangan dan halangan yang ada.
Jika bersungguh-sungguh, maka kita akan berusaha melengkapi apa yang menjadi kekurangan untuk meraih tujuan kita.
Jika bersungguh-sungguh, maka kita akan belajar jika kita belum bisa melakukan sesuatu yang diperlukan untuk meraih sukses.
Jika bersungguh-sungguh, maka kita tidak akan mudah berhenti, terus berpikir kreatif, mencoba dan mencoba sampai kita menemukan jalan yang tepat.
Jika bersungguh-sungguh, maka kita tidak akan kalah dengan alasan, justru akan berusaha mengatasi alasan tersebut.


6. Kunci Kesungguhan

Kunci kesungguhan adalah ikhlas dan sabar. Ikhlas adalah niat karena Allah. Jika niat karena Allah maka otomatis harus sungguh-sungguh. Kerja untuk boss atau atasan saja sungguh-sungguh, apalagi untuk Allah. Maka tanamkan dalam hati, bahwa kita berusaha karena dan untuk Allah.

Dalam berusaha itu seringkali menghadapi halangan, cobaan, dan waktu yang lama. Disinilah, kesabaran mutlak diperlukan. Tidak ada kesungguhan tanpa kesabaran.

Silahkan ukur diri kita, sejauh mana kita mengaplikasikan "man jadda wajada" dalam kehidupan sehari-hari.


Salam santuy sohib-sohib sekalian.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kunci Meraih Kesuksesan : Man Jadda Wajada"

Posting Komentar