TANDA-TANDA ORANG YANG HATINYA SAKIT

Tanda orang yang hatinya sakit zacky mirza

Oleh : Ust. Zacky Mirza

Allah Subhanahu Wa Ta'ala saat menciptakan bumi, disertai dengan banyak makluk. Yang pertama, pepohonan atau tumbuh-tumbuhan. Yang namanya pohon ya kita bisa lihat seperti itu. Diam, tidak bergerak alias statis. Tidak bisa berpindah dari tempat satu ke tempat lain. hanya bisa menetap di satu tempat saja. Kedua: Binatang atau al-hayawanat. Binatang memiliki kelebihan dibandingkan dengan tumbuh-tumbuhan. Jika kepanasan, dia bisa mencari tempat berteduh. Kala kehujanan, binatang juga bisa mencari tempat agar tidak kebasahan. Namun, meski memiliki kelebihan dibanding dengan pephohnan, binatang aktititasnya juga hanya itu-itu saja. Makan, minum, buang air, bermain tak lebih. Maka Allah menciptakan makluk ketiga, yang paling sempurna yaitu al-Insan atau Manusia. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam al-Quran dalam Surat At-Tin Ayat 4

لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya : "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya"

Nah, yang membedakan manusia dengan pepohonan, manusia dengan binatang adalah karena manusia memiliki hati. Untuk mempermudah dalam memahami betapa pentingnya hati, saya punya permisalan. Contoh yang paling gampangnya begini. Laki-laki yang paling bikin mahal atau berharga itu adalah adanya huruf "L". Coba saja huruf "L" dihilangkan. maka dia akan berubah menjadi Aki-aki. Yang satu gagah, yang satu peot. Contoh lain kata Cantik. Yang bikin mahal adalah huruf "C". Coba huruf "C" dihilangkan maka dia akan menjadi "antik". Jadi segala sesuatu itu ada yang malah. Dan yang mahal dari manusia adalah hatinya. Hati manusia layaknya huruf L pada kata laki-laki atau huruf C pada kata cantik. 

Dan Subhanallah hati ini, jika rusak maka akan rusak seluruh anggota tubuh manusia. sebaliknya ketika hati ini baik, maka akan baiklah seluruh anggota tubuh. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Muhammad Shallalllahu 'Alaihi Wasallam:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Jika hati kita bener, maka badan juga akan bener. Makanya hati akan menjadi sehat. Jika sehat badan sehat hati maka disebut sehat wal afiyat. karena ada sehat yang bukan sehat wal afiyat? yaitu sehat wal maksiyat. Orang yang hatinya bersih maka sehatnya wal afiyat. Kenapa? karena hatinya bersih dari penyakit. kalau orang sudah iri, sudah dengki maka bawaannya kepada orang lain tidak pernah senang. Selalu mencari cara bagaimana melihat orang lain susah. Susah lihat orang lain senang, senang lihat orang lain susah. Hidup model begini dijamin hatinya tidak akan bahagia tapi akan dipenuhi dengan stress, pusing alias sakit kepala.

Tanda-tanda orang yang hatinya sakit. Pertama, dia tidak bisa mengendalikan pikiran atau akalmya. Makanya, orang gila dikatakan sebagai orang yang tidak ada akalnya, tidak ada fikirannya. tidak ada pikirannya ya maksudnya tidak ada akalnya. Orang yang sudah tidak punya akal biasanya lebih suka emosi. Dan orang yang sering emosi, badannya jadi sering sakit. Tiba-tiba terkena penyakit jantung koroner, hepatitis, diabetes. 

Berbeda dengan orang-orang jaman dulu jarang emosi. Ketika marah mereka mengucapkan istighfar. Makanya orang-orang dulu jarang terkena penyakit yang mahal-mahal. Orang-orang dulu paling terkena penyakitnya cantengan, korengan dan semisalnya. 

Akal akan rusak karena segala sesuatu dihadapi dengan emosi.  Ini adalah ciri atau tanda pertama dari orang yang hatinya sakit. Lantas, apa ciri yang kedua.? Tunggu  kelanjutnya hanya di www.zackymirza.com atau IG @zackymirza_

Jakarta, 22 Maret 2021

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "TANDA-TANDA ORANG YANG HATINYA SAKIT"

Posting Komentar